FMS 2025 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyuguhkan pameran karya siswa, pertunjukan seni, kompetisi, parade, hingga pertunjukan Kolosal yang menyentuh hati. Semua rangkaian ini menjadi ajang unjuk kreativitas yang lahir dari kolaborasi erat antara siswa, guru, dan komunitas sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, M. Yusuf, menegaskan bahwa FMS adalah wadah apresiasi yang menumbuhkan semangat gotong royong dalam pendidikan. Peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) juga mendapat sorotan, karena berhasil menghadirkan kreasi unik dari berbagai bidang pelajaran, sehingga festival terasa semakin hidup dan berwarna.
Pesan Inspiratif dari Panggung FMS
Lebih dari sekadar acara tahunan, FMS 2025 meninggalkan pesan yang menyentuh: pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga soal membentuk karakter, memupuk kreativitas, dan menghadirkan kebahagiaan. Bagi para guru, momen ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil karya bersama siswa. Sementara bagi orang tua, kebahagiaan terlihat jelas saat menyaksikan anak-anak mereka tampil percaya diri di atas panggung.
Festival Masyarakat Sekolah 2025 membuktikan bahwa pendidikan bisa tampil dalam wajah yang hangat, kreatif, dan membahagiakan. Lebih dari sekadar festival, FMS adalah perayaan bersama yang memperlihatkan energi positif dari kolaborasi sekolah, guru, siswa, dan orang tua.
Inilah sebuah gagasan yang layak diapresiasi: ketika dunia pendidikan dirayakan dengan penuh cinta, semangat, dan kebersamaan.


Post a Comment