![]() |
| Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola (tiga dari kanan) hadir dalam rapat pembentukan kawasan konservasi yang digelar di Villa Aqila, Kabupaten Sumbawa, Rabu (27/8). |
Ada kabar baik dari Pulau Sumbawa. Teluk Saleh kini sedang bersiap menjadi salah satu pusat konservasi laut yang membanggakan, sekaligus surga baru bagi hiu paus. Bayangkan sebuah teluk luas dengan air biru tenang, dikelilingi pulau-pulau kecil nan eksotis. Di perairan inilah, raksasa lembut laut—hiu paus—datang dan menetap. Sejak 2017, para peneliti sudah mencatat lebih dari seratus individu hiu paus yang menjadikan Teluk Saleh sebagai rumahnya. Sebagian besar masih muda, panjang tubuhnya rata-rata enam meter, berenang anggun di bawah cahaya matahari.
Inilah yang membuat NTB bergerak cepat. Pemerintah provinsi bersama banyak pihak tengah menyiapkan Teluk Saleh sebagai kawasan konservasi hiu paus pertama di Indonesia berbasis biota. Langkah ini bukan hanya soal menjaga laut, tapi juga memberi harapan baru bagi masyarakat sekitar.
Konsepnya jelas: ada zona inti tempat hiu paus bisa hidup tenang tanpa gangguan, ada juga zona pemanfaatan yang memberi ruang bagi wisata edukatif. Wisatawan bisa datang, belajar, dan menyaksikan langsung hiu paus—tapi dengan aturan ketat. Pemandu wisata wajib bersertifikat, akses kapal dibatasi, dan semua diarahkan agar pengalaman ini tidak merusak habitat alami.
Kabar baiknya lagi, dukungan datang dari berbagai arah. Yayasan Konservasi Indonesia hingga Pemerintah Prancis ikut turun tangan, bahkan membantu hibah besar untuk pembangunan pusat edukasi hiu paus. Tempat ini menjadi sarana belajar bersama tentang pentingnya menjaga laut, tidak hanya untuk NTB, tapi juga untuk dunia.
Bagi masyarakat Sumbawa, peluang ini bukan hanya tentang laut yang lestari, tapi juga ekonomi yang lebih baik. Bayangkan wisatawan dari kapal pinisi yang singgah, turis internasional yang datang dengan rasa kagum, lalu membawa cerita tentang betapa indah dan ramahnya laut Sumbawa. Semua dilakukan dengan pendekatan ekonomi biru—seimbang antara manfaat ekonomi dan kelestarian alam.
Teluk Saleh kini bukan sekadar destinasi. Ia sedang tumbuh menjadi simbol bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan alam. Hiu paus tetap berenang bebas, laut tetap terjaga, dan masyarakat tetap mendapat manfaat. Dari Sumbawa, NTB mengirim pesan sederhana: menjaga laut adalah menjaga masa depan.

Post a Comment